Minggu, 31 Mei 2009

Media Dakwah Islam

Media Dakwah Islam
Berdakwah pada zaman sekarang tidak hanya bisa dilakukan oleh para mubaligh dimasjid, tetapi bisa dilakukan dengan banyak cara dan banyak tempat banyak media yang bisa digunakan pada zaman sekarang sebagai media dakwah seperth Televisi, Koran, majalah, Buku, lagu dan internet. seperti yang dilakukan oleh beberapa group musik nasyid yang menggunakan lagu sebagai media dakwah.

Dakwah juga bisa dilakukan melalui sebuah tulisan seperti cerpen, cerbung, cergam dan bahkan novel bisa disisipkan nilai-nilai dakwah didalamnya. Beberapa penulis juga sudah melakukan hal ini. Dan bahkan sekarangpun beberapa ustadz juga telah menulis buku hal ini tentunya juga sebagai suatu media dakwah. Sehingga diharapkan dakwah yang berupa nasehat ajakan untuk kemaslahatan umat bisa sampai kepada seluruh lapisan golongan masyarakat Yang memiliki latar belakang ekonomi dan pendidikan yang berbeda-beda.

Selain beberapa media yang telah disebutkan diatas tentunya masih banyak lagi media yang bisa dimanfaatkan salah satunya internet. Pada zaman sekarang teknologi informasi telah berkembang pesat internet tidak hanya menjangkau wilayah propinsi atau kabupaten tetapi telah menjangkau wilayah pedesaan tentunya hal ini merupakan satu kabar gembira bagi kita, walaupun internet masih terlalu mahal untuk dijangkau oleh masyarakat lapisan bawah tetapi media ini bisa kita manfaatkan.

Bagaimana menggunakan internet sebagai media massa Islam ?

Pada saat sekarang internet digunakan untuk berbagai keperluan seperti mencari berita, mengirim e-mail, belanja, chating, ngeblog atau sekedar bertukar informasi melalui sebuah mailinglist. melalui banyak fasilitas yang ditawarkan oleh internet salah satunya bisa kita manfaatkan.

Pada saat sekarang blog telah banyak digunakan mulai dari menteri hingga para guru. Blog digunakan untuk memposting tentang aktivitas mereka keseharian ataupun untuk iseng mengisi kekosongan waktu. Alangkah baiknya bila kita memanfaatkan blog untuk dijadikan sebagai media untuk menyampaikan dakwah, tentu yang menjadi sasaran kita disini adalah para netter yang haus akan ilmu, berita dan siraman rohani.

Setiap media yang digunakan tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena segment yang dituju akan berbeda, kalau kita memanfaatkan buku sebagai media dakwah kita tentu hanya orang yang suka membaca buku saja yang menjadi segment atau tujuan dakwah kita tersebut.

Novel juga bisa dijadikan sebagai media dakwah tentu hal ini juga telah banyak dilakukan oleh penulis-penulis besar bangsa ini, tentu apabila hal ini dilakukan akan terkesan sedikit idealis karena mungkin akan bertentangan dengan permintaan pasar. Dan tidak jarang beberapa penerbit akan menolak Novel jenis ini dengan alasan tidak sesuai dengan permintaan pasar. Tidak jarang ahirnya ada penulis yang menerbitkan bukunya secara indie.

Apabila kita memanfaatkan secara maksimal salah satu media tersebut sungguh hasilnya akan maksimal pula. Tergantung kita akan memanfaatkan media yang mana.
"Ballighu ‘anni walau ayat"
Hadits ini adalah anjuran ummat untuk senantiasa berdakwah dan berbagi pengetahuan kepada sesama, menyempatkan diri kapanpun dan dimanapun. Hal ini juga sebagai bentuk "tanggung jawab moril" yang sangat mengakar dikalangan umat, segala daya dan upaya melakukan dakwah.
Menjadi seorang muballigh digital kini dakwah telah menggunakan medium bit, binary dan digital. Dakwah dalam bentuk text mendapatkan komplementernya berupa hypertext di Internet. :)
Meski jumlahnya masih sedikit, umat Islam yang menggunakan Internet sebagai media dakwah jumlahnya kian banyak. Dai kontemporer adalah yang dapat memanfaatkan internet sebagai media dakwah. Internet memang merupakan media yang efektif bagi dakwah dan penyebaran informasi. Seorang muballigh dapat dengan mudah memiliki jutaan umat saat mereka menggunakan Internet.
Dari sudut ilmu pengetahuan, internet adalah perpustakaan raksasa yang didalamnya terdapat jutaan artikel, buku, jurnal, kliping berita, foto dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa ‘berkunjung’ kapan saja dan dari mana saja. Internet juga sebagai media da’wah dan silaturahim yang efektif.
Program memberi dan meningkatkan keterampilan penggunaan Internet dikalangan da’i dan ulama perlu diperhatikan, agar obyektifitas dan tujuan dakwah bisa dicapai:
• Da'wah dengan memanfaatkan internet adalah ladang da'wah terbaru dengan peluang da'wah masif dan progresif. Objeknya jutaan manusia, dengan pengguna yang semakin bertambah
• Budaya Internet Internasional berpengaruh sangat besar pada kemajuan ilmu pengetahuan, menggalakan da’wah islamiyah dan kemajuan ummat. Dengan berpandu mesin pencari seperti Google, pengguna diseluruh dunia bisa mengakses berbagai informasi. Dibanding buku dan perpustakaan, internet melambangkan penyebaran informasi dan data yang ekstrim
Media Massa Islam Dengan Konteks Dunia Maya

Alasan mengapa jaringan internet itu merupakan salah satu media massa Islam yang efektif :
 Pertama, mampu menembus batas ruang dan waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relative terjangkau.
 Kedua, pengguna jasa internet setiap tahunnya meningkat drastic, ini berbarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap misi dakwah.
 Ketiga, para pakar dan ulama yang berada di balik media dakwah via internet bisa lebih konsentrasi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status hokum syari’i.
 Keempat, dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat.
 Kelima, cara penyampaian yang variatif telah membuat dakwah islamiyah lewat internet bisa mencapai segmen yang luas.
Era Internet
Sejak dulu para aktivitis dakwah telah menggunakan berbagai media untuk menjalankan tugasnya. Banyak yang berhasil menjadikan produk teknologi terkini di setiap zamannya untuk menunjang kegiatan dakwah. Flesibelitas inilah yang membuat dakwah sangat familiar dengan mesin cetak, radio, televisi dan media lainnya. Itulah yang seharusnya dilakukan. Sebab, bagaimana mungkin membangun peradaban dunia jika media dakwah Islam tertinggal jauh dibandingkan dengan media ‘dakwah’ yang merusak keadaban manusia.
Kemajuan teknologi informasi berupa internet sangat patut menjadi perhatian umat Islam saat. Internet telah menjadi sebuah perpustakaan raksasa yang di dalamnya terdapat jutaan artikel, buku, jurnal, kliping berita, foto dan lain-lain dalam bentuk media elektronik. Orang bisa ‘berkunjung’ ke perpustakaan tersebut kapan saja dan dari mana saja. Bagi yang suka berbelanja, internet merupakan sebuah shopping centre terbesar di dunia. Dengan panduan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses yang mudah atas bermacam informasi.
Dengan realitas tersebut, internet sebenarnya memberikan peluang sangat baik kepada pendakwah untuk ber-amar ma’ruf nabi munkar. Sayangnya, karena berbagai sebab, internet belum tergarap secara maksimal sebagai alat dakwah. Para pendakwah dan cendiakiawan Muslim belum maksimal memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan dakwah. Agaknya, sosialisasi internet di kalangan ulama dan pemikir Islam perlu mendapatkan prioritas dalam menggalakkan dakwah Islam.
Sangat Menjanjikan
Jika dicermati lebih jauh, sebenarnya internet merupakan media dakwah masa kini yang sangat menjanjikan. Walau agak terlambat, karena ‘dakwah’ konsumerisme, liberalisme, ateisme, pornografi dan sebagainya telah lama menggunakan internet, dakwah Islam tetap memiliki peluang untuk sukses di ladang ini. Penggunaan website, blog dan lainnya diyakini mampu memberikan nafas baru pada dunia dakwah.
Dakwah Islam di internet menjadi sangat luar biasa, masif dan progresif karena berpotensi ‘didengarkan’ oleh jutaan, bahkan milyaran manusia di seluruh dunia. Sekarang, jutaan orang di berbagai belahan bumi ini sudah saling terhubung melalui media internet. Mereka bisa mengakses materi dakwah kapan dan di mana saja. Kesempatan untuk mencari bahan pembanding seperti membaca buku, mengakses materi lain dan berdialog sambil ‘mendengarkan’ dakwah internet, sangat memungkinkan setiap materi dakwah akan dikunyah lebih sempurna sebelum ditelan atau dibuang.
Keistimewaan lainnya adalah banyaknya audiens dari kalangan non-Muslim. Setiap non-Muslim di dunia ini memiliki kesempatan yang sama, bahkan dibanding seorang Muslim sekalipun, untuk ‘mendengarkan’ dakwah Islam dengan memasuki ‘masjid’ internet. Dakwah lintas agama ini, di samping bisa diefektifkan untuk memperkenalkan Islam, juga dapat menjadi sarana untuk menghilangkan salah paham yang telah bersemi selama ini. Internet juga memungkinkan pendakwah untuk menjelaskan secara langsung ajaran Islam kepada orang yang selama ini banyak menentang dan menyerang Islam.
Kemampuan internet yang interaktif juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk ‘berdiskusi’ secara langsung. Berbagai persoalan rumit akan dapat ‘dibicarakan’ secara berkala dan tuntas, termasuk dengan non-muslim. Orang-orang yang selama ini sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak punya banyak waktu untuk ke masjid atau membaca buku dapat berkomunikasi langsung dengan ulama melalui internet. Begitu juga dengan mereka yang selama ini terisolasi dari gema dakwah Islam konvensional selama ini.
Barangkali itulah yang menjadikan beberapa ulama Islam kaliber dunia seperti Yusuf al-Qaradhawi, Wahbah al-Zuhayli, Muhammad Said Ramadan al-Buty dan lain-lain melirik media ini. Sekalipun berada di belahan bumi yang berbeda, tokoh-tokoh ini tetap berkesempatan memberikan pandangan dan fatwa terhadap berbagai persoalan umat Islam dan dunia.


Daftar Pustaka
- www.mediadakwah.com
- www.jurnalislam.com
- http://www.cmm.or.id
(central for moderate muslim Indonesia)

2 komentar:

Rizky Sopiyandi mengatakan...

menulis sebagai media tepat memang..tinggal kesadaran kita akan penting nya hijrah kpd busaya ini.

Ma'rifah mengatakan...

apkh pcaran jg bs dijadikan media dakwah????

Posting Komentar